Posted by: Nando | 3 July 2008

Ujian Akhir Semester

Nama/NIM : Nando
Fakultas :
Jurusan : Hubungan Internasional
Mata Kuliah :
Nama Dosen :

1. Resume dalam bentuk bagan

(klik gambar untuk melihat selengkapnya)

maaf hyperlink pada gambar telah diganti

Tabel UAS

2. Resume weekly news

Berdasarkan weekly news, Uraikan dalam 200 kata, kondisi real yang terjadi di negara masing-masing.

Selandia Baru saat ini tengah bersiap-siap menghadapi pemilihan umum. Sejak awal tahun 2008, berbagai media masa sibuk memberitakan tentang hal ini, termasuk juga berita-berita kecil tentang para pemimpin partai. Beberapa waktu sebelumnya pemerintah memutuskan kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak di negeri tersebut. Read More…

Posted by: Nando | 12 June 2008

Potensi Selandia Baru sebagai Negara Adikuasa

Selandia Baru merupakan negara yang cukup memiliki peranan dalam politik internasional. Komitmen negara tersebut untuk berperan aktif dalam perdamaian dunia dan rezim keamanan internasional membuatnya memiliki semangat dan reputasi tersendiri. Kalangan internasional saat ini banyak yang memandang Selandia Baru sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi dan juga merupakan negara yang sangat tanggap mengenai konflik-konflik internasional.

Kemampuan Selandia Baru untuk bangkit dari stagnasi perekonomiannya di tahun 1980-an membuktikan bahwa negara ini memiliki kekuatan yang besar. Pencapaian yang didapatkan Selandia Baru tersebut tidak terlepas dari peranan pemerintah dan masyarakatnya pada saat itu untuk mendongkrak potensi ekonomi mereka. Read More…

Posted by: Nando | 4 June 2008

Interaksi Internasional Selandia Baru

Selandia Baru merupakan negara bekas koloni Inggris. Hal ini dalam beberapa aspek sempat mempengaruhi sikap negara ini terhadap beberapa isu dan pola hubungan internasionalnya. Setelah mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris, Selandia Baru kemudian memiliki hak untuk menjalankan pemerintahannya, meskipun pada awalnya masih dibatasi.

Dalam aspek ekonomi pada masa-masa awal kehidupan kenegaraannya, Selandia Baru masih mengandalkan Inggris sebagai pemasok utama kebutuhan ekonomi masyarakatnya, terutama bahan makanan. Inggris juga menjadi pasar produk-produk tekstil dan produk-produk susu Selandia Baru.

Selama abad ke-19, hubungan antara Selandia Baru, Inggris, dan Australia terjalin sangat erat. Selain sebagai tujuan pasar, Inggris juga dipandang sebagai saudara tua Selandia Baru dan Australia. Loyalitas kedua negara tersebut terhadap Inggris juga tidak lepas dari posisi Inggris yang merupakan negara asal masyarakat kulit putih kedua negara. Keanggotaan dalam Negara Persemakmuran juga turut mendukung intensifnya hubungan ketiga negara. Read More…

A. TRAKTAT


    Maritim

  • South Indian Ocean Fisheries Agreement (SIOFA)

  • South Pacific Regional Fisheries Management Organisation (SPRFMO)

  • 2005 Protocols to the Convention for the Suppression of Unlawful Acts against the Safety of Maritime Navigation and its Protocol of 1988 Relating to Fixed Platforms Located on the Continental Shelf (Common name: 2005 SUA Protocols)

  • International Convention on Liability and Compensation for Damage in connection with the Carriage of Hazardous and Noxious Substances by Sea 1996. Common Name: HNS Convention 1996

  • Protocol on Preparedness, Response and Co-operation to Pollution Incidents by Hazardous and Noxious Substances 2000. Nama umum: OPRC-HNS Protocol 2000

  • International Convention on Civil Liability for Bunker Oil Pollution Damage 2001
    Nama umum: Bunkers Convention 2001 or Bunker Oil Convention 2001.

  • Protocol Relating to Intervention on the High Seas in Cases of Pollution by Substances other than Oil. Nama umum: Intervention Protocol 1973.

  • Protocol of 1996 to amend the 1976 International Convention on the Limitation of Liability for Maritime Claims. Nama umum: LLMC Protocol 1996.

  • Protocol on Oil Pollution Preparedness, Response and Cooperation in the Pacific Region.

  • Protocol on Hazardous and Noxious Substances, Pollution, Preparedness, Response and Cooperation in the Pacific Region.

  • International Convention for the Control and Management of Ships’ Ballast Water and Sediments.

  • Maritime Labour Convention 2006, International Labour Organization Read More…

Posted by: Nando | 28 May 2008

Fiji Sebagai Potensi Ancaman Selandia Baru

Pertentangan yang cukup lama antara Perdana Menteri Laisenia Qarase dengan Panglima Angkatan Militer Republik Fiji (RFMF), Komodor Frank Bainimarama, diakhiri dalam konferensi pers Frank Bainimarama pada 5 Desember yang mengumumkan bahwa ia telah mengambil alih kekuasaan eksekutif negara dan menurunkan Qarase dari jabatannya. RFMF pada saat itu kemudian menempatkan Dr. Jona Senilagakali sebagai perdana menteri interim. Sehari sebelumnya, beberapa titik konfirmasi militer telah disiagakan di jalan-jalan ibukota, Suva, dan beberapa pusat kota diseluruh negeri. Parlemen telah ditutup segera setelahnya, dan Presiden serta Wakil Presiden dipindahkan dari kantornya, bersama dengan para Menteri Kabinet dan beberapa pegawai sipil senior. Read More…

Posted by: Nando | 28 May 2008

Pasukan Selandia Baru di Asia 1948-1972

Antara tahun 1940-an sampai awal tahun 1970-an, pasukan Selandia Baru turut berperang dalam konflik di Korea, Malaka, Kalimantan, dan Vietnam. Konflik-konflik ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara kekuatan adidaya dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang Dunia Kedua telah membuktikan kepada Selandia Baru bahwa mereka tidak dapat lagi sepenuhnya bergantung pada pelindung tradisionalnya, Inggris Raya, dalam masa krisis dan konflik pasca Perang Dunia II di Asia, Selandia Baru memposisikan diri sebagai sekutu Amerika Serikat.

Asia Timur setelah Perang Dunia II

Menyerahnya Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 juga mengakhiri Perang Dunia II. Akan tetapi Asia Timur kemudian segera terjebak dalam masa Perang Dingin. Read More…

Posted by: Nando | 28 May 2008

Selandia Baru dan Perang Dingin

Pada bulan April 1954, Presiden AS Eisenhower berdasarkan Teori Domino menjelaskan perlunya peningkatan perhatian terhadap pengaruh komunis di Indochina. Eisenhower berpendapat bahwa jika komunis tidak dihentikan, maka akan segera jatuh juga seperti layaknya domino, Burma (sekarang Myanmar), Thailand, dan Indonesia. Dengan strategi tersebut, komunis dengan segera dapat mengincar Jepang, Taiwan, Filipina, Australia, dan Selandia Baru.

Beberapa kalangan menolak teori tersebut. Mereka berpendapat bahwa peperangan di Indochina lebih spesifik pada kondisi partikular dari negara-negara tersebut, seperti berkembangnya rasa nasionalisme, dan tidak berhubungan dengan komunisme dunia. Beberapa kritikus juga percaya bahwa teori tersebut hanya digunakan sebagai justifikasi kebijakan intervensi. Read More…

Older Posts »

Categories