Posted by: Nando | 4 June 2008

Interaksi Internasional Selandia Baru

Selandia Baru merupakan negara bekas koloni Inggris. Hal ini dalam beberapa aspek sempat mempengaruhi sikap negara ini terhadap beberapa isu dan pola hubungan internasionalnya. Setelah mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris, Selandia Baru kemudian memiliki hak untuk menjalankan pemerintahannya, meskipun pada awalnya masih dibatasi.

Dalam aspek ekonomi pada masa-masa awal kehidupan kenegaraannya, Selandia Baru masih mengandalkan Inggris sebagai pemasok utama kebutuhan ekonomi masyarakatnya, terutama bahan makanan. Inggris juga menjadi pasar produk-produk tekstil dan produk-produk susu Selandia Baru.

Selama abad ke-19, hubungan antara Selandia Baru, Inggris, dan Australia terjalin sangat erat. Selain sebagai tujuan pasar, Inggris juga dipandang sebagai saudara tua Selandia Baru dan Australia. Loyalitas kedua negara tersebut terhadap Inggris juga tidak lepas dari posisi Inggris yang merupakan negara asal masyarakat kulit putih kedua negara. Keanggotaan dalam Negara Persemakmuran juga turut mendukung intensifnya hubungan ketiga negara.

Kedekatan hubungan antara Selandia Baru, Australia, dan Inggris dapat terlihat dalam perang-perang yang terjadi di wilayah Selandia Baru dan Australia pada abad ke-19. Ekspansi awal Inggris di kedua wilayah tersebut membuat Inggris harus berhadapan dengan penduduk-penduduk asli-nya. Bergabungnya tentara masyarakat koloni di Australia dan Selandia Baru untuk membantu pasukan Inggris menjadi awal hubungan ketiga negara.

Pada Perang Boer di Afrika Selatan, baik Selandia Baru dan Australia kerap mengirimkan pasukannya untuk membantu tentara kolonial Inggris. Perang Boer di Afrika Selatan merupakan konflik luar negeri pertama bagi Selandia Baru. Keterlibatannya dalam perang ini juga menjadi dasar pembuktian kualitas kecakapan rakyat Selandia Baru dalam peperangan, dan menjadi awal keterlibatan perang Selandia Baru dalam perang-perang diluar negerinya bersama Inggris dan Amerika Serikat, seperti Perang Dunia I dan II, Perang Korea, Krisis Darurat Malaya, Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Perang Vietnam, Perang Teluk, sampai pada Perang Irak.

Keterlibatan Selandia Baru dalam Perang-Perang di luar negeri menjadi latar belakang pembentuk identitas nasional, kepentingan nasional, dan pola politik luar negeri. Kedekatannya dengan Amerika Serikat pada dekade 1970-an dapat dicapai karena dukungan penuhnya dalam Perang Dingin dan komitmennya untuk mengurangi peran komunis di negaranya.

Selain keterlibatan perang, hal lain yang mendorong ekspansi hubungan luar negeri Selandia Baru adalah kebutuhan ekonomi. Perubahan pola dagang dan pemenuhan bahan baku Selandia Baru yang berubah seiring dengan intensifnya Inggris dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) pada dekade 1970-an mendorong negara ini untuk mencari solusi alternatif. Pola hubungan luar negeri yang tadinya hanya terbatas pada Inggris, kemudian diarahkan pada Amerika Serikat dan negara-negara di Pasifik Selatan. Negara-negara di Pasifik Selatan merupakan pasar strategis bagi Selandia Baru karena didukung oleh posisinya sebagai pemimpin dekolonialisasi di kawasan tersebut. Negara-negara di Pasifik Selatan juga banyak yang mempercayai Selandia Baru sebagai penanggung jawab wilayah mereka.

Memasuki era perdagangan bebas saat ini, Selandia Baru telah mempersiapkannya dengan baik melalui intensifitas hubungan ekonomi dengan beberapa kawasan dan negara-negara seperti ASEAN (ASEAN – Australia/New Zealand Free Trade Agreement), China (China-New Zealand Free Trade Agreement), Malaysia (Malaysia-New Zealand Free Trade Agreement), dan lainnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: