Posted by: Nando | 12 June 2008

Potensi Selandia Baru sebagai Negara Adikuasa

Selandia Baru merupakan negara yang cukup memiliki peranan dalam politik internasional. Komitmen negara tersebut untuk berperan aktif dalam perdamaian dunia dan rezim keamanan internasional membuatnya memiliki semangat dan reputasi tersendiri. Kalangan internasional saat ini banyak yang memandang Selandia Baru sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi dan juga merupakan negara yang sangat tanggap mengenai konflik-konflik internasional.

Kemampuan Selandia Baru untuk bangkit dari stagnasi perekonomiannya di tahun 1980-an membuktikan bahwa negara ini memiliki kekuatan yang besar. Pencapaian yang didapatkan Selandia Baru tersebut tidak terlepas dari peranan pemerintah dan masyarakatnya pada saat itu untuk mendongkrak potensi ekonomi mereka.

Selandia Baru juga telah lama aktif dalam peristiwa-peristiwa internasional. Dalam usaha-usaha masyarakat internasional untuk menciptakan perdamaian, Selandia Baru dikenal sebagai salah satu pendiri Organsasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peranan dan dukungannya dalam organisasi tersebut merupakan kebijakan luar negeri inisiatif Selandia Baru. Selain dalam PBB, Selandia Baru juga terlihat berpartisipasi dalam sejumlah perjanjian internasional yang bertema keamanan, penanggulangan kejahatan, dan hak asasi manusia.

Nilai positif Selandia Baru tidak hanya datang karena partisipasi aktifnya dalam kegiatan internasional. Apabila ditelusuri, hal yang sangat berperan dalam nilai tersebut adalah sikap kebijakan luar negeri yang tidak agresif, seperti kebijakan dekolonialisasi di kawasan Pasifik Selatan, mendukung pelucutan nuklir, berbagai protes dalam kebijakan perang Amerika Serikat di Afghanistan-Irak, serta peran pasukan-pasukannya sebagai pembangun infrasruktur di daerah konflik.

Kekuatan Selandia Baru

Kekuasaan negara adalah sebuah hak dinamis yang dapat berubah sewaktu-waktu. Seperti halnya tubuh manusia, yang terkadang sehat atau sakit, sebuah negara dalam kehidupannya juga dapat mengalami “sakit”, “sehat”, “kuat”, “lemah”, dan bahkan “mati” karena disebabkan oleh beberapa permasalahan. Kekuasaan sebuah negara adalah mekanisme yang sangat rumit yang terdiri atas saling ketergantungan antar unsur.

Mengukur kekuasaan (power) sebuah negara, adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, untuk mengukur potensi sebuah negara, dapat dilihat dari kekuatan (force) yang dimilikinya. Umumnya kekuasaan atau power diukur berdasarkan sumber-daya negara. Negara yang memiliki sumber-daya (resources) yang besar, akan digolongkan sebagai: negara besar, negara kuat, atau negara adikuasa. Jadi, ukuran “kekuasaan” dilihat dari unsur-unsur “kekuatan” dan “sumber-daya” yang dimilikinya.

Selain itu, terdapat juga konsep lain yaitu kapabilitas (capabilities) suatu negara. Kapabilitas dapat disebut sebagai faktor kemampuan untuk melaksanakan kehendak, dalam perkembangannya, kapabilitas sebuah negara tidaklah selalu seiring dan tidak selalu proporsional dengan power yang dimilikinya. Kekuasaan, kekuatan, pengaruh, dan sumber-daya tidaklah selalu sama dan sebanding dengan kapabilitas.

Hans J. Morgenthau dalam bukunya Politics Among Nations menyebutkan bahwa kekuatan sebuah negara memiliki sembilan unsur, yaitu: (1) geografi; (2) sumber pendapatan alami untuk makanan dan bahan mentah; (3) kemampuan industri; (4) military preparedness seperti teknologi, kepemimpinan, kuantitas dan kualitas angkatan perang; (5) populasi yang terdiri dari persebaran dan kualitasnya; (6) karakter nasional; (7) moral nasional; ( 8 ) kualitas diplomasi; dan (9) kualitas pemerintahan.

Berikut gambaran Selandia Baru apabila dilihat dari sembilan unsur kekuatan negara menurut Morgenthau:

  1. Geografi (posisi strategis): Tidak terletak di jalur strategis perdagangan dunia, tapi memberikan kemudahan untuk berhubungan dengan kawasan-kawasan seperti, Pasifik Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika.

  2. Sumber pendapatan alami (makanan dan bahan mentah): Memiliki potensi sumber-daya perikanan yang baik. Kondisi alam yang sejuk mendukung tingginya aktivitas pertanian, kehutanan, dan peternakan.

  3. Kemampuan industri: Pemrosesan makanan, kayu, kapal, manufaktur, dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi komoditas utama yang laku di pasaran dunia.

  4. Militer: Telah lama dikenal baik ketentaraannya. Jumlah dan jenis persenjataan dan fasilitas militer diutamakan untuk melindungi daerah teritorial, sehingga lebih banyak pada alat pertahanan udara, dan laut.

  5. Populasi: Populasi dapat dikatakan rendah, karena dibandingkan dengan luas wilayahnya, penyebaran penduduk hanya terkonsentrasi pada dua kota besar yaitu Wellington dan Auckland.

  6. Karakter nasional: Memiliki citra sebagai negara pelopor di kawasan dan aktif menjaga perdamaian dunia (pelopor dekolonialisasi, pelucutan senjata nuklir di Pasifik Selatan, dan pasukan perdamaian)

  7. Moral nasional: Masyarakat memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, sangat berpartisipasi dalam olahraga serta mengutamakan kesehatan. Pandangan mereka mengenai keberagaman etnis sangat moderat.

  8. Kualitas diplomasi: Terkenal aktif dalam kegiatan internasional dan memiliki posisi tawar yang kuat dalam aspek ekonomi. Kemampuan Selandia Baru dalam ekspor menjadi nilai penarik sekaligus “senjata”. Seperti embargo ekonominya terhadap Fiji.

  9. Kualitas pemerintahan: Kelompok partai oposisi sangat kritis dalam menanggapi isu-isu nasional, tapi tanggapan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan terkesan lambat atau terkadang tidak efektif. Seperti kebijakan untuk mengharuskan setiap warga Selandia Baru untuk bekerja, namun tanpa didukung dengan penyediaan lapangan kerja yang lebih luas.

Dari sembilan indikator kekuatan negara tersebut dapat kita pahami bahwa untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat harus dibangun debgab pondasi yang kuat menuju indikator yang dipersyaratkan. Dilihat dari hubungan-hubungan dalam indikator tersebut, kekuatan politik dapat terdiri dari kekuatan militer, kekuatan ekonomi, dan kekuatan dalam mempengaruhi pendapat umum.

Dari tiga hal tersebut pada negara Selandia Baru dapat dilihat bahwa hanya kekuatan ekonomi-lah yang kuat. Selandia Baru memang memiliki peranan yang tidak sedikit dalam politik internasional, akan tetapi potensi yang belum cukup untuk menjadi sebuah negara adikuasa. Dalam tingkat regional kekuatan Selandia Baru sangatlah berpengaruh, namun lain halnya apabila di tingkat global karena Selandia Baru akan berhadapan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, Jepang, dan lainnya yang memiliki potensi lebih besar.

Referensi:

Hayati, Sri dan Yani, Ahmad. Geografi Politik. Refika Aditama, Bandung. 2007

Microsoft Encarta 2008

Rudy, T. May. Teori, Etika, dan Kebijakan Hubungan Internasional. Angkasa, Bandung, 1993.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: