18 Maret 2008

MP: Pemerintah Harus Mengambil Langkah Jelas Mengenai Tibet

Selandia Baru tidak akan menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China disaat negara tersebut masih terus menindas warga Tibet, kata Partai Green hari ini.

Sepuluh warga dilaporkan tewas, meskipun pemerintahan-pengasingan Tibet menyebutkan lebih dari 100, sebagai akibat dari bentrokan kekerasan antara pihak otoritas China dan demonstran kemerdekaan Tibet.

Ketegangan antar kedua pihak meningkat sepanjang pekan sejak peringatan ke-49 kegagalan perlawanan terhadap kekuasaan China

Green MP Keith Locke mengatakan bahwa sangalah penting bagi Perdana Menteri untuk angkat bicara sekarang, sehubungan dengan semakin memburuknya situasi.

Locke mengatakan bahwa negara harus mengambil langkah yang jelas untuk menghadapi tekanan sebelum menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China bulan depan.

Ia mengatakan pemerintah perlu memperhatikan rakyat Tibet. Ia percaya bahwa negara tidak bias tinggal diam, karena akan mengisyaratkan dukungan terhadap kematian para biksu Tibet.

Helen Clark diharapkan untuk memformalisasikan perjanjian tersebut ketika ia mengunjungi Beijing bulan depan

Sementara itu Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan memperingatkan setiap perjalanan ke Tibet yang tidak perlu.

Warga Selandia Baru yang tengah berada di ibukota Lhasa disarankan untuk menghindari daerah dimana protes dan kerusuhan tengah berlangsung, dan juga diberitahukan untuk meninggalkan kota ketika keadaan memungkinkan.

Malam tadi China telah memberikan ultimatum terhadap demonstran kemerdekaan Tibet untuk menyerah setelah kerusuhan terburuk di Lhasa selama dua decade.

Respon keras dari otoritas China datang setelah protes panas di hari Jumat yang berlawanan dengan klaim China tentang stabilitas dan menodai citra harmoni nasional-nya yang telah dipelihara dengan sangat hati-hati sehubungan dengan akan digelarnya Olimpiade di bulan Agustus.

Otoritas judisial resmi Tibet memberikan waktu sampai Minggu malam bagi para demonstran untuk segera berbalik dan memanfaatkan dengan baik kemurahan hati tersebut.

“Criminals who do not surrender themselves by the deadline will be sternly punished according to the law,” isi sebuah pemberitahuan dalam website pemerintah Tibet. (www.tibet.gov.cn)

Tekanan internasional untuk menunjukkan kemarahan menumpuk di Beijing. Australia, Amerika Serikat, dan Eropa menuntut China agar mencari penyelesaian yang damai, sementara Taiwan, yang diklaim China sebagai bagiannya, diprediksikan mengutuk Beijing.

Agen berita Xinhua mengatakan 10 “warga tidak bersalah” telah ditembak dan dibakar sampai mati dalam bentrokan di jalan terpencil, di pusat gunung yang telah di blokir. Korban tewas temasuk dua orang yang dibunuh dengan senapan.

Xinhua mengatakan 12 polisi telah “terluka parah” dan 22 bangunan serta sejumlah kendaraan dengan sengaja dibakar.

Sebuah sumber yang dekat dengan pemerintahan-pengasingan Tibet, mempertanyakan laporan kematian resmi yang dikatakan berjumlah 10 orang. Di amengatakan bahwa setidaknya terdapat lima orang Tibet telah ditembak mati oleh tentara.

Beberapa organisasi pemantau Tibet di luar negeri menyebutkan angka kematian yang berjumlah 32 jiwa.

NEWSTALK ZB, NZ HERALD STAFF, NZPA, REUTERS

Sumber : nzherald.co.nz
Kembali ke halaman Berita

Catatan: mohon maaf kata MP (judul) dan Green MP (paragraf 4) tidak diterjemahkan karena penjelasan akronim ‘MP’ tidak terdapat dalam artikel asli dan referensi umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: